Sabtu, 23 Maret 2013

Tugas 3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar



Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya.

Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi



Pendekatan Kesusastraan

IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.

Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dart pengamatan orang lain.

IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.

Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.


Contoh Kasus

Kapuas Gelar Festival Seni Budaya 2013

Kamis, 7 Maret 2013 | 01:11 WIB

KUALA KAPUAS, KALTENG, KOMPAS.com--Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menggelar Festival Seni dan Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2013 sebagai ajang kreativitas seniman daerah setempat.

"Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas sangat mendukung dan menyambut baik atas terlaksananya kegiatan yang dilaksanakan tiap tahun oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas," kata Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Frederik Timbung, di Kuala Kapuas, Rabu.

Acara yang pelaksanaannya dalam rangkaian Hari Jadi Kota Kuala Kapuas dan Pemerintah Kabupaten Kapuas ini diikuti oleh peserta dari sanggar tari serta kelompok kesenian sekolah-sekolah di Kuala Kapuas yang meliputi festival tari pesisir sebanyak 5 peserta, tari pedalaman 9 peserta.

Kemudian untuk Festival Karungut Putra dan Putri masing-masing diikuti tujuh peserta dengan membawakan lagu wajib dan pilihan.

Frederik mengatakan kegiatan ini bagi peserta sebagai ajang berkompetisi yang sehat, untuk menguji kemampuan dan mengasah keterampilan.

Selain itu diharapkan mampu mendorong minat dan mengembangkan bakat regenerasi untuk lebih mengenal dan menghargai seni dan budaya sebagai warisan leluhur yang berfilosofi tinggi.

Ia juga mengatakan melalui kegiatan yang dilaksanakan itu, para seniman lebih terpacu kreativitasnya untuk menghasilkan karya-karya yang inovatif guna mencapai karya seni yang maju dan bermutu.

Perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini, seiring dengan era globalisasi tentu saja membawa pengaruh-pengaruh positif bagi kehidupan, namun juga ikut serta pengaruh negatifnya.

"Untuk membentengi generasi penerus kita dari krisis moral dan budaya, salah satu upaya pemerintah adalah melalui kegiatan festival seni dan budaya ini," kata Frederik Timbung.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono

Sumber :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar