Senin, 03 Juni 2013

Tugas 7. Manusia dan Kegelisahan


Tawuran Pelajar, Ekspresi Kegelisahan Kaum Muda
  • Penulis :
  • Indra Akuntono
  • Kamis, 27 September 2012 | 10:57 WIB


Tiga pelajar SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dibawa ke Mapolres Metro Jaksel untuk dimintai keterangan seputar peristiwa tawuran di Jalan Minangkabau, Setiabudi, yang mengakibatkan kematian rekan mereka Deny Yanuar (17). | IMANUEL MORE GHALE

JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarpelajar dinilai sebagai dampak dari kegelisahan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap kondisi sosial dan politik yang terjadi di tengah masyarakat. Faktor ini lalu diperparah dengan ketidakmampuan sistem pembelajaran dan evaluasi pendidikan dalam rangka memberi ruang berkembangnya nalar peserta didik.

Pengamat pendidikan Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen menilai pendidikan merupakan subordinasi dari sistem sosio-politik. Menurutnya, apa yang terjadi dalam dunia pendidikan tak terlepas dari apa yang terjadi dalam sistem kerja lingkungan yang melingkupinya.

"Jadi tawuran-tawuran ini merupakan ekspresi dari kegelisahan dan ketegangan yang ada di masyarakat, utamanya kaum muda," kata Abduhzen, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/9/2012 malam).

Abduhzen juga menyayangkan peningkatan anggaran pendidikan belum juga menunjukkan dampak signifikan pada kecerdasan dan pembinaan peserta didik. Hal itu terjadi lantaran belum tepatnya alokasi dana dan program yang dijalankan oleh pemerintah.

"Anggaran meningkat hanya menyentuh pada akses pendidikan. Padahal tawuran ini terkait dengan sistem pembelajaran dan evaluasi yang tidak memberi ruang bagi berkembangnya nalar," tambahnya.

Dalam satu pekan ini, dua nyawa pelajar di Jakarta melayang sia-sia dalam insiden tawuran. Rabu (26/9/2012), Deni Januar kembali tewas dalam tawuran antara pelajar SMA Kartika Zeni dan SMA Yayasan Karya 66 di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Dua hari sebelumnya, Alawy Yusianto Putra tewas dalam tawuran antarsiswa SMAN 70 dan SMAN 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

 sumber:

Opini:
Zaman sekarang pelajar maupun mahasiswa sudah banyak yang tenggelam dalam pergaulan yang tidak baik, hal ini dapat disebabkan karena akhlak mereka yang sangat minim, dan terkadang juga lingkungan pun mempengaruhi tingkah laku si remaja tersebut. Andai saja mereka dapat membedakan yang mana yang baik dan yang buruk, pasti mereka tidak akan terlibat tawuran seperti pada contoh kasus diatas.

Manusia dan kegelisahan sangat berhubungan erat. Dimana setiap manusia pernah mengalami kegelisahan. Kegelisahan merupakan ekspresi setiap manusia yang dikeluarkan dalam bentuk perbuatan. Salah satu contohnya adalah tawuran. Seseorang gelisah diakibatkan karena adanya ancaman/tekanan dari dalam maupun luar. Jadi, seseorang yang melakukan tawuran mungkin disebabkan karena orang tersebut mengalami tekanan/ancaman sehingga mereka melakukan aksi tersebut. Padahal tindakan ini dapat merenggut nyawa seseorang, mungkin mereka tidak memikirkan hal tersebut, karena mungkin kegelisahan yang mereka alami dapat dikeluarkan dengan cara yang seperti ini. Jadi pada intinya penyebab utama timbulnya rasa kegelisahan pada seseorang adalah karena adanya rasa takut yang berlebihan karena takut kehilangan atas haknya.

Cara mengatasi seseorang yang mengalami kegelisahan adalah dimulai dari diri sendiri, yakni dengan berfikir positif, hidup dalam lingkungan yang baik, dan perbaiki akhlak, dan yang paling utama adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga tawuran yang dapat merenggut nyawa seseorang ini dapat dihindarkan. Mudah-mudahan kita sebagai pelajar, ataupun mahasiswa dapat mengeluarkan kegelisahan yang ada di diri kita dengan hal-hal yang positif, dengan cara selalu berfikir positif. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar